KAPALJUDI.INFO – Sungguh malang nasib Reli Iswanto bin Zai Nudin (35) warga desa Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI yang harus meregang nyawa pada Kamis (12/3) akibat dikeroyok oleh 6 orang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh BeritaPALI ;, peristiwa itu terjadi pada pukul 13.00 WIB di Talang Sebani, Dusun 3 Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi.
Para pelaku diduga menghilangkan nyawa korban dengan menggunakan senpi dan golok hingga mengakibatkan luka bacok dan luka tembak hingga korban merengang nyawa.
Menurut keterangan beberapa saksi, kejadian bermula saat korban bersama adiknya yang bernama revolusi tengah duduk di warung. Tiba-tiba muncul tiga pengendara sepeda motor yang membonceng enam orang, lalu empat diantaranya langsung mengejar dan menambak korban Revolusi yang mengenai bajuh. Kemudian sambil mengeluarkan golok para pelaku membacok Korban Reli kebagian kepala, dada, tangan dan tembakan di bagian bahu belakang.
Ketika dikonfirmasikan ke Kapolres Muara Enim, melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Janton Silaban, SH. SIK membenarkan kejadian tersebut. Poker Domino99 Online Terpercaya,
Menurut Janton, korban sempat berlari sejauh 400 meter dari TKP pertama. Karena saat ditemukan, korban berada di dalam sungai dalam keadaan tenggelam. Lantas korban diangkat dan dilarikan ke RSUD Talang Ubi guna mendapatkan visum dari dokter. Togel Online
Dan kasus ini menurut perkiraan sementara merupakan aksi balas dendam yang dilakukan oleh ST dkk, yang saat ini memang sudah menjadi DPO Polsek Talang Ubi atas kejadian yang sama beberapa waktu yang lalu. Casino Online
Lebih jauh Kapolsek Talang Ubi Kompol Janton Silaban, SH. SIK menegaskan bahwa saat ini pihak Kepolisian tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku pembunuhan tersebut.
Menanggapi kejadian tersebut, Nurulfallah D, SH selaku Ketua LBH GAIB Kabupaten PALI menyayangkan kejadian yang sama bisa terulang kembali.
“Seharusnya dalam hal ini pemerintah dan aparat penegak hukum telah mengantisipasi akan terulangnya kejadian yang sama terhadap warga Desa Sungai Ibul dan Pemerintah mampu menyelesaikan persoalan ini baik secara adat istiadat khususnya masyarakat Penukal. Misalnya dengan melakukan mediasi terhadap pihak-pihak yang bertikai disamping penegakkan hukum guna mendapatkan keamanan dan kenyamanan, baik bagi warga Sungai Ibul itu sendiri maupun masyarakat yang terkena imbasnya.” Demikian ungkap Nurul.(HR/Tam)






0 comments:
Post a Comment